Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Acrylamide Pada Makanan Dapat Menyebabkan Kanker

Acrylamide dikategorikan sebagai “extremely hazardous substance” dan diketahui dapat menyebabkan kanker. Perlu anda ketahui bahwa senyawa kimia ini mudah terdapat pada bahan makanan yang berpati yang diproses dengan suhu tinggi, umumnya diatas 120°C dengan kelembaban yang rendah.

Bahan makanan ini, misalnya, potato chips, kopi, krispi dan soft bread. Mengingat bahan tersebut mudah didapatkan, maka perlu untuk mewaspadai potensi bahayanya bagi kesehatan. Bahkan, informasi terbaru dari EFSA uni Eropa, senyawa ini menyebabkan karsinogen dan genotoxic.

US FDA memberi penjelasan tentang senyawa ini. Menurut informasi yang diperoleh dari situs mereka, Acrylamide adalah senyawa kimia yang dapat terbentuk pada beberapa makanan selama proses memasak suhu tinggi, seperti menggoreng, memanggang, dan baking. Akrilamida dalam bentuk makanan dari gula dan asam amino yang secara alami ada dalam makanan; itu tidak datang dari kemasan makanan atau lingkungan.

Di Indonesia, belum ada aturan yang mengat…

Acrylamide Pada Makanan Dapat Menyebabkan Kanker

Acrylamide dikategorikan sebagai “extremely hazardous substance” dan diketahui dapat menyebabkan kanker. Perlu anda ketahui bahwa senyawa kimia ini mudah terdapat pada bahan makanan yang berpati yang diproses dengan suhu tinggi, umumnya diatas 120°C dengan kelembaban yang rendah.

Bahan makanan ini, misalnya, potato chips, kopi, krispi dan soft bread. Mengingat bahan tersebut mudah didapatkan, maka perlu untuk mewaspadai potensi bahayanya bagi kesehatan. Bahkan, informasi terbaru dari EFSA uni Eropa, senyawa ini menyebabkan karsinogen dan genotoxic.

US FDA memberi penjelasan tentang senyawa ini. Menurut informasi yang diperoleh dari situs mereka, Acrylamide adalah senyawa kimia yang dapat terbentuk pada beberapa makanan selama proses memasak suhu tinggi, seperti menggoreng, memanggang, dan baking. Akrilamida dalam bentuk makanan dari gula dan asam amino yang secara alami ada dalam makanan; itu tidak datang dari kemasan makanan atau lingkungan.

Di Indonesia, belum ada aturan yang mengat…

Pengukuran TVB-N Udang pada Suhu Dinamis (Bagian 1)

Penelitian ini dilakukan di laboratorium Department of Food Science - National Taiwan Ocean University (NTOU).

Menurut Aurand, dkk. (1987), Total Volatil Basic Nitrogen (TVB-N) merupakan hasil dekomposisi protein oleh aktivitas bakteri dan enzim. Pemecahan protein dapat menghasilkan 95 % amonia dan CO2, disamping itu akibat langsung pemecahan protein menjadi total N non-protein tubuh ikan menjadi basis dengan pH 7,1 – 7,2. Hasil pemecahan protein bersifat volatil dan menimbulkan bau busuk seperti amonia, H2S, merkaptan, phenol, kresol, indol dan skatol.

Ketika daging bahan pangan tersebut mengalami dekomposisi, protein dalam otot akan terpecat menjadi asam amino. TVB digunakan sebagai indikator untuk mengukur tingkat kesegaran produk yang berasal dari laut seperti ikan dan udang dan sebagai batasan yang layak untuk dikonsumsi.

Berhubung karena penelitian ini dilakukan di Taiwan, maka ada prosedur standar yang mereka miliki, CNS 1451, N6029(1997. Walaupun demikian, pada prinsipnya ada…